Simpel VS Rumit
Simpel atau Rumit ? manakah yang anda pilih ?
Saya melontarkan
pertanyaan ini kepada anda, apakah jawaban anda ? jika saya yang mendapatkan
pertanyaan ini, tentu saya akan menjawab “simpel”. Ya simpel, untuk apa kita harus
memilih yang rumit jika ada yang simpel ? sama saja seperti untuk apa kita harus memilih yang sulit jika ada
yang mudah ?
Banyak hal yang
melatarbelakangi saya untuk menulis hal ini. Beberapa waktu belakangan ini saya
benar-benar dihadapkan dengan pilihan yang sulit. Ya untuk ukuran seorang anak
yang baru lulus SMA, itu termaksud sulit. Namun setelah menyisihkan beberapa
malam untuk merenungi hal-hal yang terjadi kepada saya, saya rasa ini bukanlah
hal yang begitu menyusahkan. Semuanya simpel, hanya
tentang sebuah pilihan.
“ hidup itu adalah pilihan” mungkin kata-kata ini terdengar sangat klasik
di telinga kalian, saya pun juga merasa begitu (Sebelum saya meresapi kata ini
dalam-dalam ). Namun jika direnungkan, memang benar adanya bahwa hidup itu penuh
sekali dengan pilihan-pilihan, dan itu
simpel, kita tinggal memilih satu diantara dua atau beberapa pilihan yang ada.
Namun, mengapa hidup terkadang terasa
rumit ? itu karena sifat “serakah”
manusia. Jika anda diberi pilihan “bayangkan orangtua anda sedang sakit-sakitan,
apa yang akan anda pilih ?kerja diluar kota dan jauh dari orang tua tetapi
mendapatkan gaji yang fantastis atau kerja di kota asal ,dekat dengan orang tua
tetapi mendapat gaji yang kecil,?” mungkin kalian akan menjawab kenapa tidak
cari pekerjaan di kota asal yang gaji nya besar saja, hey itulah sifat serakah
manusia. Kamu hanya bisa memilih satu, bukan menggabungkan keduanya.
Jadi sebenarnya yang
membuat hidup terasa rumit itu adalah sifat serakah manusia itu sendiri, ingat pilihan
adalah pilihan, harus memilih salah satu dan setiap pilihan pasti memiliki
risiko nya masing-masing. Jadi, mulai sekarang kalian akan dihadapkan dengan
berbagai piilihan hidup , pikirkanlah secara matang-matang agar tepat saat
memutuskan nya
Note : jika kalian
mempunyai pendapat yang berbeda dengan saya, boleh dituliskan di kolom komentar.
Mungkin bisa menjadi refleksi juga bagi
saya.
Terimakasih karena
sudah mau mampir ke blog ini, saya harap kita semua bisa menjadi pribadi yang
lebih baik lagi
Makasih motivasinya guru
BalasHapus